Tips Merawat Busana Muslim Berbahan Rayon

Tips Merawat Busana Muslim Berbahan RayonBagi mereka yang berkecimpung di dunia konveksi, istilah rayon tentu sudah tidak asing lagi. Namun bagi orang awam, istilah ini mungkin sering terdengar namun tidak tahu seperti apa penampakannya. Rayon merupakan salah satu jenis kain yang sering dipakai untuk membuat berbagai macam busana, termasuk busana muslim.

Bahan ini terbuat dari kayu. Varietas yang paling sering dipakai untuk membuat rayon diantaranya adalah cemara dan pinus. Rayon sendiri sudah dikenal sejak dekade 80an. Saat itu rayon dijadikan sebagai bahan alternatif pengganti sutra. Sebelum disebut sebagai rayon, jenis kain ini sebelumnya dikenal dengan nama “sutra buatan”. Namun sekitar tahun 1924, namanya menjadi rayon yang merupakan cerminan dari warnanya yang berkilauan.

Saat ini istilah rayon mengalami pergeseran makna. Semua jenis serat buatan yang berasal dari selulosa bisa disebut rayon. Sebagaimana yang kita tahu, selulosa merupakan salah satu kandungan yang terdapat di dalam kayu. Ada banyak alasan mengapa bahan ini menjadi favorit di industri tekstil.

Bukan untuk busana muslim saja, namun kain ini sering dipakai untuk membuat ragam busana lainnya. Selain memiliki tekstur lembut, rayon juga memiliki daya serap tinggi. Dari semua bahan, rayon merupakan salah satu yang paling mudah terbakar. Oleh sebab itu, anda sebaiknya lebih berhati-hati saat memakai busana ini di dekat sumber api.

Bahan lembut tidak selamanya elastis. Seperti yang satu ini, anda mungkin mengira lembutnya rayon akan membuat material ini elastis dan tidak mudah kusut. Faktanya, rayon merupakan salah satu kain yang paling mudah kusut sekalipun teksturnya terbilang lembut.

Bahan ini memerlukan perhatian khusus. Jika anda memiliki busana muslim berbahan rayon, sebisa mungkin agar jangan dimasukkan ke mesin cuci. Cukup rendam ke dalam air berdetergen yang memiliki kandungan ramah serat pakaian. Bersihkan kotoran yang menempel dengan tangan bukan dengan sikat karena bisa merusak serat kain yang halus.

Kemudian untuk pengeringan, hindari menggantung bahan ini di tempat yang terkena cahaya matahari. Keringkan di tempat yang teduh. Agar lebih awet, jangan menyeterika bahan ini dengan suhu tinggi. Pakai saja suhu sedang agar bahan tidak cepat rapuh

Artikel Terkait: